Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

629 - Tidak Bermula [Dan Tidak Berakhir] Dengan Berita


Nama Inisiator

Ucu Agustin

Organisasi

NA

Topik

Kebebasan dan etika bermedia

Deskripsi Proyek

Proyek ini adalah sebuah proyek pembuatan feature dokumenter yang akan bercerita tentang bagaimana pers Indonesia bekerja dalam melakukan pemberitaan. Film ini akan terbagi dalam dua fase. Fase pertama yaitu 4 tahun lalu, tepatnya bulan Januari 2008 dimana kebetulan saya berada di tengah ratusan wartawan dalam dan luar negeri yang melakukan reportase krisisnya mantan presiden indonesia, diktator soeharto, sampai dengan ia meninggal – dan kebetulan saya melakukan pengambilan gambar seputar kinerja mereka. Berita tentang soeharto bukan hanya mendominasi pemberitaan media selama lebih dari 3 minggu berturut-turut tapi juga membuat hilang berita-berita yang seharusnya lebih penting untuk diangkat, waktu itu. Adapun fase kedua adalah 4 tahun kemudian atau bagaimana pers saat ini. Masihkah kinerjanya sama? (cenderung tertarik pada kontroversi). Untuk siapakah sebenarnya pers dan jurnalisme di Indonesia bekerja? Bagaimanakah kini wajah pers kita di era dimana internet memungkinkan komunitas atau seseorang yang memiliki laptop dan modem bisa mengklaim diri melakukan kerja jurnalisme dan masyarakat lebih percaya pada mereka daripada dengan pers? Masih perlukah sensor? Sadarkah para jurnalis tersebut kalau warga memperhatikan dan menilai kinerja mereka?

Masalah yang Diangkat

Berkehendak untuk bersama mengajak dan mengingatkan kembali bahwa prinsip yang paling pertama dari jurnalisme adalah berpihak pada kebenaran, dengan loyalitas yang paling utama adalah loyalitas terhadap warga. Saat ini pers dan jurnalisme di Indonesia seolah dituntut untuk turut melebur dalam artian komunikasi yang ‘lebih luas’, hingga independensi kerap tergantikan oleh komersialisme, kepentingan pribadi atau golongan, juga perusahaan. Banyak sekali kepentingan yang menyaru sebagai berita dan menghilangkan prinsip-prinsip yang harusnya melekat dalam diri sebuah berita/jurnalisme; Independensi. Film ini adalah media bersama untuk melakukan otokritik dan refleksi atas permasalahan pers dan jurnalisme yang terjadi di Indonesia.

Solusi

Dengan memperlihatkan kepada pers cara mereka bekerja dalam memproduksi berita dan menghadirkannya ke khalayak, diharapkan bersama kita bisa belajar untuk melihat kekurangan dan kelebihan kinerja pers dan jurnalisme di Indonesia. Evaluasi adalah cara klasik yang sampai saat ini dipercaya harus terus dilakukan untuk bisa naik ke tahapan yang yang lebih lanjut. Dengan melihat film ini, diharapkan bisa menginspirasi untuk terbangunnya pers yang lebih baik.

Target: Pekerja pers, Media, Lembaga-lembaga studi yang berkenaan dengan pers, kampus-kampus – terutama yang memiliki fakultas komunikasi jurusan jurnalistik, para penggiat dan komunitas film serta festival film [nasional dan internasional], dan terbuka untuk siapa saja yang mau mengetahui pers indonesia (dalam dan luar negeri) karena rencananya akan di share di portal2 media dan thread jalur distribusi online juga crowd sourcing seperti Engage Media /Youtube/Vimeo.

Target

Pekerja pers, Media, Lembaga-lembaga studi yang berkenaan dengan pers, kampus-kampus – terutama yang memiliki fakultas komunikasi jurusan jurnalistik, para penggiat dan komunitas film serta festival film [nasional dan internasional], dan terbuka untuk siapa saja yang mau mengetahui pers indonesia (dalam dan luar negeri) karena rencananya akan di share di portal2 media dan thread jalur distribusi online juga crowd sourcing seperti Engage Media /Youtube/Vimeo.

Indikator Sukses

1. Jumlah permintaan pemutaran film
2. Ajakan kerjasama untuk menjadikan film ini sebagai pembuka atau materi diskusi
3. Liputan media
4. Respon & partisipasi penonton di situs online ini.
5. Permintaan festival film

Lokasi

Jakarta

Dana yang Dibutuhkan

750 Juta Rupiah

Durasi Proyek

Januari 2012 – Januari 2013 (12 bulan – termasuk roadshow)