Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

579 - MK-160 - Media Komunitas 160 Karakter


Nama Inisiator

Media Komunitas Angkringan

Organisasi

Media Komunitas Angkringan

Topik

Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Deskripsi Proyek

Di tengah maraknya konglomerasi media, media komunitas terbukti berperan penting bagi komunitas akar rumput. Kebanyakan media komunitas di Indonesia menggunakan teknologi cetak, radio siaran dan sebagian kecil berupa televisi. Media komunitas berteknologi radio dianggap paling efektif karena murah, cepat, dan bisa diakses oleh semua kalangan. Kini teknologi informasi-komunikasi yang murah, cepat, interaktif, dan personal makin dimininati pengguna. Pertukaran informasi secara cepat dilakukan dengan telpon genggam. Tak heran jumlah pengguna telpon genggam melonjak tajam. Menurut Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) pada Juli 2010, pengguna telpon genggam di Indonesia sebanyak 180 juta. Jika penduduk Indonesia 230 juta jiwa, artinya 78 persen warganya menggunakan telpon genggam. Perubahan ini mengakibatkan media konvensional -tak terkecuali media komunitas- makin ditinggalkan penggunanya. Karena itu perlu upaya terobosan agar media komunitas tetap eksis di lingkungannya.
Ada sebuah fasilitas di telpon genggam yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Teknologi pesan layanan pendek (SMS), umumnya hanya digunakan untuk komunikasi individual. Padahal dengan sedikit inovasi, informasi dalam 160 karakter itu bisa dikelola dan dimanfaatkan sebagai platform multifungsi. Dipadukan dengan piranti lunak khusus, teknologi SMS bisa digunakan sebagai media informasi yang sederhana, mudah, cepat dan murah. Karakter teknologi tersebut sangat cocok untuk dikembangkan dan diterapkan oleh media komunitas. Ujicoba akan dilakukan di Desa Timbulharjo (Bantul, Yogyakarta) yang berpenduduk lebih dari 20 ribu jiwa. Sebelumnya, media komunitas warga Timbulharjo, Angkringan yang berdiri sejak awal tahun 2000 berpengalaman dalam eksperimen dan pengembangan teknologi media tepat guna. Buletin Komunitas, Januari 2000 | Radio Komunitas, Agustus 2000 | Intranet & Internet Komunitas, Oktober 2008. Dokumentasinya bisa dilihat dalam video ini: http://www.youtube.com/watch?v=jjSMieDhQ5I
Ujicoba yang dilakukan meliputi aspek infrastruktur (piranti keras dan lunak), pengelolaan konten, serta pengorganisasian pengelola dan pengguna. Seluruh proses akan didokumentasikan dan dikemas menjadi panduan berupa teks dan audio-visual. Semua produk, berupa piranti lunak, panduan, dan dokumentasi pengalaman akan dirilis dengan lisensi creative commons dan diunggah ke internet sehingga bebas digunakan oleh siapapun. Secara khusus proyek ini akan memfasilitasi 10 radio komunitas anggota Jaringan Radio Komunitas (JRKI) untuk menerapkan sistem ini di komunitas masing-masing.

Peluang yang akan dikembangkan untuk mendukung kelangsungan media komunitas ini antara lain:
1. Menyediakan jasa pengisian pulsa bagi warga komunitas
2. Menyediakan jasa promosi bagi bisnis komunitas melalui SMS broadcast
3. Kerjasama dengan pihak lain dalam bentuk pesan layanan masyarakat melalui SMS broadcast

Masalah yang Diangkat

Media komunitas makin ditinggalkan penggunanya akibat kemajuan teknologi-informasi komunikasi dan perubahan perilaku pengguna media. Kebanyakan pengguna media mengandalkan telpon genggam sebagai media informasi-komunikasi.

Solusi

1. Mengembangkan piranti lunak untuk mengoptimalkan fungsi SMS sebagai platform media komunitas yang mendukung fungsi:
a. Penyebarluasan informasi secara serentak (broadcast) kepada warga komunitas
b. Penyebarluasan informasi kepada warga berdasarkan kategori tertentu (lokasi, jenis kelamin, usia, profesi, minat)
c. Menerima informasi dari warga, kemudian menyebarluaskan kepada warga lain secara serentak
d. Integrasi dengan database komunitas sehingga warga bisa mengaksesnya melalui SMS. Misalnya, warga yang butuh donor darah bisa langsung mendapat balasan SMS berisi daftar nama dan alamat pendonor yang sesuai
e. Promosi bisnis warga komunitas

2. Mengujicoba pemanfaatan sistem tersebut di sebuah komunitas untuk didokumentasikan, dianalisis, dikemas dan disebarluaskan menjadi pengetahuan baru.
3. Memfasilitasi komunitas lain untuk menerapkan sistem ini di lokasi masing-masing.

Pihak yang menerima manfaat dari proyek ini adalah 25.000 Keluarga/20.000 jiwa warga di lokasi uji coba proyek (Desa Timbulharjo, Bantul, Yogyakarta)

Target

1. 5.000 Keluarga/20.000 jiwa warga di lokasi uji coba proyek (Desa Timbulharjo, Bantul, Yogyakarta)

Indikator Sukses

1. Piranti lunak SMS untuk media komunitas free-open source yang bisa digunakan secara gratis dan bebas.
2. Panduan (berupa teks & video) tentang penggunaan SMS untuk media komunitas
3. Panduan (berupa teks & video) pengorganisasian komunitas dalam memanfaatkan aplikasi SMS secara kolektif
4. Dokumentasi pengalaman yang dapat dipelajari dan diterapkan oleh komunitas lain
5. Sebanyak 10 komunitas menerapkan SMS sebagai media komunitas

Lokasi

Bantul, Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

150 Juta Rupiah

Durasi Proyek

November 2011-Mei 2013 (18 bulan)