Anda berada di mode pratinjau.
| |

Kartunet.com - Media Online Sosialisasi dan Pengembangan Komunitas Pemuda dengan Disabilitas

571

571 - Kartunet.com - Media Online Sosialisasi dan Pengembangan Komunitas Pemuda dengan Disabilitas


Nomor:
571

Inisiator:
Kartunet Community Indonesia

Organisasi:
Kartunet Community Indonesia

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
DKI Jakarta

Dana:
1 Miliar Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Desember 2011 – Januari 2013 (14 bulan)

Deskripsi Proyek:
Proyek ini hadir sebagai tanggapan pada masih minimnya pengetahuan masyarakat terhadap penyandang disabilitas (cacat) yang kemudian berdampak pada diskriminasi hak-hak mereka. Kartunet.com memiliki dua fungsi utama yakni sebagai media online yang mensosialisasikan isu-isu disabilitas kepada masyarakat, serta pengembangan minat dan bakat penyandang disabilitas.<br /> Sebagai media online, Kartunet.com menyajikan rubrik-rubrik:<br /> 1. Tongkat Berita. Berita seputar isu-isu dan kegiatan penyandang disabilitas, artikel seputer kisah inspiratif para penyandang disabilitas, dan opini publik terkait isu disabilitas.<br /> 2. Hidangan Cerita. Menyajikan cerpen, puisi, cerita bersambung, cerita lucu, dan jenis sastra lain sebagai hiburan dan alternatif penyuara isu disabilitas.<br /> 3. Gudang Tekno. Artikel-artikel mengenai teknologi aksesibel bagi penyandang disabilitas, komparasi pemanfaatan teknologi bagi penyandang disabilitas di dalam dan luar Indonesia, serta ulasan mengenai teknologi masa depan untuk mendukung aktivitas penyandang disabilitas.<br /> 4. Indonesia Nyaman. Kampanye membuat fasilitas publik lebih aksesibel bagi penyandang disabilitas.<br /> Sedangkan untuk pengembangan komunitas, Kartunet.com memfasilitasi forum-forum baik online atau offline sebagai media diskusi dan belajar dalam bidang penulisan, seni, teknologi, dan ekonomi mandiri.<br /> Penggerak proyek ini adalah komunitas berbasis IT yang terdiri dari kaum muda tunanetra. Oleh karena itu, realisasi hasil dari proyek ini akan lebih efisien karena pelaksana adalah para pemuda yang penuh semangat, inovatif serta sangat memahami isu yang diperjuangkan.

Masalah yang ingin diatasi:
1. Gep Berinteraksi Antara masyarakat dengan penyandang disabilitas.<br /> Kurangnya publikasi informasi mengenai penyandang disabilitas serta isu-isu yang terkait mengakibatkan masyarakat canggung ketika berhadapan dengan penyandang disabilitas. Dengan informasi yang baik, masyarakat akan menerima dan memperlakukan penyandang disabilitas sebagai bagian dari keberagaman.<br /> <br /> 2. Terbatasnya Pemberitaan Kasus Disabilitas.<br /> Ketika ada kasus disabilitas seperti masalah diskriminasi, media massa terkadang hanya memberitakannya selintas lalu. Diperlukan media yang menaruh perhatian pada isu disabilitas yang mewartakan secara mendalam, sehingga ikut menadvokasi isu tersebut.<br /> <br /> 3. Kurangnya Aksesibilitas Ruang Publik.<br /> Masyarakat dan pembuat kebijakan memerlukan informasi yang didapat langsung dari penyandang disabilitas. Diperlukan media yang mampu menjembatani aspirasi mereka tentang aksesibilitas yang dibutuhkan.<br /> <br /> 4. Pengembangan Skill IT Penyandang Disabilitas.<br /> Banyak kemampuan penyandang disabilitas seperti di bidang penulisan, seni, dan wirausaha yang belum tereksplorasi optimal. Kehadiran IT diyakini mampu meningkatkan kualitas SDM untuk dapat berperan aktif dalam masyarakat. Maka, diperlukan media pengembangan kemampuan tersebut baik online ataupun offline.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Kartunet Spirit Home: proyek ini memerlukan sebuah rumah kantor (Rukan) sebagai tempat menjalankan berbagai aktivitas seperti pengolahan berita, pemeliharaan sistem, tempat bagi publik yang ingin lebih mengenal disabilitas dan aksesibilitas, serta pengembangan komunitas.<br /> 2. Kartunet Citizen Media: pengembangan konten website baik dari dalam organisasi maupun dari masyarakat umum. Dari manapun dan siapapun dapat ikut mengisi rubrik-rubrik dalam Kartunet.com berupa liputan kegiatan penyandang disabilitas, menyajikan cerita yang menghibur dan sebaginya.<br /> 3. Kartunet on Campaign: kampanye isu-isu disabilitas yang melibatkan masyarakat seperti mengadakan lomba blogging, penyusunan buku inspiratif, seminar, kunjungan ke kampus/sekolah, dll.<br /> 4. Kartunet on network: optimalisasi jejaring sosial untuk penyebaran tautan ke artikel-artikel di Kartunet.com dan pencerdasan public secara interaktif. contoh kuliah tweet di twitter dengan topik berbeda tiap hari.<br /> 5. Kartunet on Radio: siaran radio online via Kartunet.com dikelola langsung oleh penyandang disabilitas.<br /> 6. Kartunet Groups: embentukan kelompok-kelompok karya dengan dukungan IT. Seperti kelompok menulis, musik, atau entrepreneurship.<br /> Pihak yang menerima manfaat dari proyek ini adalah para pemuda usia 15 – 30 tahun di seluruh Indonesia sebagai inti kampanye, masyarakat luas, pemerintah, institusi publik, dan organisasi penyandang disabilitas.

Ukuran kesuksesan:
Parameter keberhasilan proyek ini dapat dilihat pada poin-poin sebagai berikut:<br /> 1. Popularitas situs di internet. Seperti 100 visitor situs tiap hari, target pagerank google minimal 5, ranking Alexa masuk 1.000.000 besar, dan peningkatan traffic yang dilihat dari google analitic.<br /> 2. Popularitas situs di kalangan blogger. Dapat diketahui dari banyaknya jumlah blog/situs yang mengulas dan memberikan backlinks ke situs kartunet.com<br /> 3. Popularitas jejaring sosial. Dapat diketahui dari jumlah friends dan fans Facebook minimal 3000 dan followers twitter sejumlah 1000 accounts.<br /> 4. Frekuensi penerbitan tiap rubrik yang rutin dan terjadwal.<br /> 5. Memiliki anggota komunitas dari penyandang disabilitas sejumlah 200 orang dengan kemampuan untuk mengakses IT dan skill lainnya.<br /> 6. Memiliki jurnalis lepas dari penyandang disabilitas sejumlah 30 orang yang tersebar di 10 kota di Indonesia.<br /> 7. Memiliki mitra yang bekerja sama aktif baik media massa, pemerintah, atau LSM.<br /> 8. Mengadakan kampanye offline dalam bentuk seminar, diskusi, atau pelatihan.