Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

176 - Mudahnya Akses Informasi untuk Petani


Nama Inisiator

Mahmuddin Muslim

Organisasi

NA

Topik

Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Deskripsi Proyek

Sebuah proyek yang ditujukan untuk mempermudah akses informasi kapada para petani, khususnya melalui telepon seluler, terutama mengenai pendidikan, pasar hasil pertanian, teknologi pembuatan pupuk organik, sekolah lapangan, akses modal, dan manajemen keuangan

Masalah yang Diangkat

Sebuah proyek yang ditujukan untuk mempermudah akses informasi kapada para petani, khususnya melalui telepon seluler, terutama mengenai pendidikan, pasar hasil pertanian, teknologi pembuatan pupuk organik, sekolah lapangan, akses modal, dan manajemen keuangan

Solusi

"1. Melalui sekolah lapangan dan media internal (majalah)
2. Mendorong media lokal (Padang Express, Haluan, dll) agar memberi ruang untuk informasi pertanian
3. Mendorong para pakar/akademisi/praktisi menulis mengenai isu pertanian
4. Menyebarkan informasi tersebut melalui jaringan seluler yang langsung diterima oleh petani. Misalnya: saat ini harga cabe Rp. 60.000,- maka informasi ini akan sampai kepada para petani sehingga petani bisa bergaining dengan pembeli sehingga kenaikan harga cabe dipasaran bisa dinikmati petani.
5. Sharing teknologi dan situasi terkini. misalnya saat ini tanaman cabe diserang oleh penyakit hama putih. Semua petani akan menerima informasi tersebut dan cara-cara penanggulangannya baik secara kimiawi maupun organik"

Target

Petani organik (500 orang di Kabupaten Agam, Payakumbuh, dan Padang Pariaman), keluarga petani organik, petani non-organik (berjumlah 200 orang di Kabupaten Agam, Payakumbuh dan Padang Pariaman), dan pendamping lapangan (PL) pertanian 1 orang tiap kecamatan (21 Kecamatan)

Indikator Sukses

Petani organik menjadi pionir informasi di setiap desa, pengelolaan pertanian lebih fokus dan sesuai dengan situasi pasar permintaan, berkembangannya sekolah lapangan pertanian, setiap desa memiliki MOL (Mikroorganisme lokal) yang siap diproduksi sebagai pupuk organik, pengelolaan keuangan rumah tangga petani lebih baik seiring dengan perbaikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Lokasi

Pariaman, Sumatera Barat

Dana yang Dibutuhkan

362 Juta Rupiah

Durasi Proyek

12 bulan