Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

Dana bantuan bukan satu satunya jawaban untuk perubahan



6832520648_6a3a0e5df7_k-1024x723.jpg

Setahun lebih telah berlalu sejak Cipta Media diumumkan pada bulan Juli 2011. Banyak pertanyaan yang datang menanyakan apakah upaya “hibah terbuka untuk perbaikan media” ini akan dilakukan lagi karena penanya mengetahui hal ini terlambat.

Seperti statistik yang ditunjukan di halaman ushaidi Cipta Media yang menunjukkan permintaan hibah yang masuk dari seluruh Indonesia dan kapan mereka melakukan hal tersebut – mendekati batas akhir penerimaan hibah, panitia yang jumlahnya hanya sedikit dibanjiri permintaan. Statistik naik signifikan. Panitia pun yakin apabila diadakan lagi, akan terjadi hal yang sama™‚

Sebelum masuk pada wacana pertanyaan hibah yang baru, mari napak tilas untuk mengetahui apa yang terjadi pada penerima hibah sebelumnya.

Sebagai pengingat pada konferensi pers pengumuman penerima hibah sejumlah total 8,5 milyar rupiah ada 20 organisasi/ individu/ komunitas yang menerima hibah ini. Dalam proses penurunan hibah, penerima diinformasikan bahwa jumlah hibah yang diputuskan untuk diterima oleh Tim Penasehat akan dibagi dua hingga tiga kali penurunan dana. Pemohon hibah dipersilahkan untuk memutuskan sendiri berapa besar pembagian ini dan kapan mereka berharap dana diterima dengan melengkapi naratif pendek mendukung permintaan jumlah termin I dan termin II serta waktu penerimaannya.

Sebuah situs wiki kemudian diluncurkan untuk pelaporan penerimaan hibah ini, baik dari segi aktivitas maupun penggunaan dananya. Rutinitas pelaporan adalah sesuatu yang membosankan sekali, bayangkan dari niat yang menggebu gebu penerima hibah diminta untuk melakukan aktivitas rutin membuktikan niat dan pencapaian tersebut.

Banyak penerima hibah yang berhasil menunjukkan bahwa mereka mampu secara rutin melaksanakan niat dan pencapaian tertentu tepat pada waktunya, namun ada juga yang tidak berhasil dalam ujian hariannya.

Hal ini menjadi penting untuk kajian kedepannya dari pemberi hibah untuk mempertanyakan ulang “Apakah pemberian dana merupakan jawaban dari persoalan media di Indonesia? Apakah pengucuran dana langsung dapat membuat perubahan?”. Setelah satu tahun dikaji, jawabannya ternyata tidak semudah “ya” dan “tidak”.

Pengalaman satu tahun upaya hibah Cipta Media memaparkan penting untuk pemohon hibah selanjutnya menimbang apakah mereka mampu melaksanakan apa yang mereka janjikan atau tidak. Apabila tidak mampu, negosiasikan dengan pemberi hibah, utamanya apabila upaya yang anda janjikan adalah upaya rintisan. Upaya rintisan sangat rentan menentukan catatan keberhasilan ataupun kegagalan di kemudian hari. Mari kita simak bersama keseimbangan antara janji dan realisasi.

Poster_CMB_FINAL-717x1024.jpg

Tags:

Cipta Media Bersama
05 Oct 2012


October 2012 | CC BY-SA 3.0